Skip to main content

Posts

Seperti Tanah

Ilustrasi Biarlah manusia kembali pada fitrahnya Biar dia perjuangan apa yang patut diperjuangkannya Biar dia tanggalkan apa yang patut ditanggalkannya Apalah daya dan upaya manusia Apalah yang bisa kusombongkan Selain ridha-Nya, bukankah sejak dahulu aku begitu miskin? Dia bekali aku Dia pertemukan aku dengan ilmu Maka tak sanggup lagi aku berpaling dari petunjuk-Nya itu Meski hanya separuh, bahkan sepersekian Sebab jelas, Sungguh, tidak akan pernah sama Antara mereka yang tahu dan yang tidak tahu Aku memilih ridha-Nya Bukan berkutat pada pengharapan maupun perhitunganku Sebab tak ada jaminan Bahwa kelak mereka tidak akan mencampakkanku Atau menjauhkanku dari rahmat-Nya Aku memilih berteguh Dengan apa yang Dia firmankan Dengan sedikit iman yang masih tersisa di sela rongga dada ini Meski berat Meski perih Di bawah naung-Nya Seperti tanah Yang tak pernah berkeluh pada guyur hujan Yang tak pernah marah pada sengat matahari Ia...

Malam 28 Januari 2016

Terkadang mata ini buta Akal pun membeku Meraba tidak mampu Mencoba menerka hanya menambah resah Sekali saja, Ingin saya sampaikan berita duka Namun kekhawatiran itu terlalu besar Bukan takut saya salah Melainkan takut bahwa ternyata saya benar Pyrostegia venusta Menjalar rapi di tepian pagar Penuh angkuh lagi kesombongan Manalah paham ia akan kegundahan ini Menengok barang sebentar saja ia tak sudi Lalu, pada siapa lagi dapat saya adukan segala gundah? Jika langit pun memilih diam dan bisu Sedang hati kian bergemuruh dan iman kian luruh

Angin to Senja

TOMORROW FOR YESTERDAY "Ini bukan masalah mereka memahami kita, tapi bagaimana kita memahami mereka. Keseimbangan itu, dan impianmu hanya akan terwujud bila hatimu bisa menyatu bersama kebodohan mereka. Memahaminya dan memperbaikinya. Bukankah begitu? Bukankah itu yang kau ajarkan padaku saat pertama kali kamu memahamiku. Dan memperbaiki pemahamanku. Percayalah, saat ini kau tidak perlu takut. Biarkan aku yang menggantikanmu memahami mereka. Karena aku memahamimu. Seperti halnya angin yang memahami senja." *** Sebenernya saya bingung harus mengartikan tulisan ini seperti apa. Tapi saya suka bahasanya, mantap (y) Terima kasih banyak! Lanjut terus karyanya ^^

Belajar Sepeda Motor

24 Januari 2016. Ini hari pertama saya belajar mengendarai sepeda motor. Awalnya kaget dan, uh , ngerasa sangat enggak pede. Tapi setelah dicoba, plus liat sang instruktor Sofi dengan pembawaannya yang santai, saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa saya insyallah bisa. Walaupun ada beberapa warga sekitar komplek yang sempat menonton dan menertawakan, bahkan ada juga yang sampai ikut mengajari, jalanan komplek di sana sebenarnya cukup sepi. Saya enggak engeuh nama komplek tersebut apa ( as always -_-), tapi saya senang belajar di sana hehe. Next time , performa saya harus lebih bagus dibanding ini. Bismillah, insyallah bisa! ^^

Satu Lagi

Setiap wanita menyimpan rumahnya dalam hati mereka Baik ketika hidup di tenda kecil yang dibangun di padang pasir atau di gunung-gunung maupun gedung-gedung dan istana Di rumah atau di belakang dusun Tersesat atau tak ada harapan Pendatang atau pengembara Tawanan atau terantai Kepala yang bermahkota atau kaki yang terbelenggu Tiada bedanya Setiap ruang wanita penuh dengan kesunyian Kekuatan dahsyat untuk membangun ruangan itu akan terus menyelimuti sekitarnya bahkan sampai mereka mati dan tulang-tulang menjadi tanah Karena wanita adalah bumi Wanita adalah dunia Kehidupan bukan hanya tempat melahirkan, tapi juga tempat mereka dikubur. Mereka berhati lembut layaknya serbuk bunga atau orang yang melakukan kebaikan dengan rendah hati, seperti tangan yang tekun atau lembut selembut bulu burung. Kekuatan wanita seperti kekuatan gaib yang menopang dunia Semua hal ini tak tertulis di buku legenda Hidup ditemani dengan air, sabun, dan tungku, bukan dengan pedang. ...

Ombak

Terkadang, ada ombak yang bergulung-gulung di hatimu. Ia ingin memuntahkan seluruh isi lautan. Tetapi tak lama berselang, ombak itu kembali merunduk. Mengapa demikian? Bukan, bukan lantas ia berhenti dan laut menjadi tenang. Sama sekali bukan. Ombak itu hanya merunduk di tepian terjauh hatimu. Lihatlah, di tengah lautan, ia kembali mengumpulkan kekuatan, untuk menciptakan selembar ombak yang jauh lebih besar. Ombak

Tak Perlu

Tak perlu kau curah rembaskan segala rasa itu, sebab semua sudah terpatri jelas sejak kupandang kedua bola matamu... Ummi, Thank you for being YOU