Skip to main content

Hatiku Tersayat


 
Sumber



Sayat...Ya, hatiku tersayat
Lekat mataku menatap kosong
Lekat kerongkonganku tercekat
Oh, Rabbi...
Katakan padaku
Mengapa begitu sesak dada ini?
Bulir tangis,
Tak kuasa aku menahannya
Gigiku bergemeletuk
Jemari saling meremas
Perempuan...
Ya, perempuan...
Mereka dibesarkan dengan kasih dan sayang
Dibelai dengan kelembutan seorang Ibu
Juga kebijaksanaan seorang Ayah
Mereka disimbahi munajat pengharapan di setiap sepertiga malam
Mereka adalah tumpuan orang-orang yang membesarkan namanya
Mereka kian dinanti
Agar mendekatkan surga bagi sang kekasih hati
Namun, lihatlah kini!
Jasadnya terbujur kaku
Tiada yang tersisa atasnya selain berita duka dan fitnah orang-orang terhadapnya
Seorang lelaki telah menjatuhkan kehormatannya
Hanya karena syahwat
Hanya karena syahwat...
Lihatlah...
Bulir air mata mengalir dari kedua mata sang Ibu
Sedang hati sang Ayah remuk sudah
Oh, lelaki...
Tidakkah kau malu?
Ataukah memang hatimu sudah berubah jadi batu?
Rabbanaa...Rabbanaa..
Lindungilah perempuan-perempuan kami...
Tegarkan hati setiap Ibu
Lapangkan dada setiap Ayah
Karena sesungguhnya,
Tiada dan upaya hamba
Melainkan atas izin dan kuasa-Mu

Comments

Popular posts from this blog

Tahapan Kaderisasi

Kader berasal dari bahasa Yunani cadre yang berarti bingkai. Bila dimaknai secara lebih luas, berarti : Orang yang mampu menjalankan amanat. Orang yang memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian. Pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, teruji dalam pengkaderan informal dan memiliki bekal melalui pengkaderan non formal. Dari mereka bukan saja diharapkan eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna. Pengakaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan diri...

Umi

Hi :) Beberapa hari ini hati terasa sendu. Tak lain karena memikirkan sosok seorang ibu. Umi, wanita terbaik dalam hidup. Saya selalu berpikir, Ah Umi, andaikan kita bisa lebih banyak berbicara mendalam dari hati ke hati... Terkadang saya bertanya kepada Allah, apakah Umi pernah bahagia dalam hidupnya? Tak banyak senyuman indah yang bisa saya ingat dari bibir Umi. Dibanding tawanya yang tulus, saya lebih banyak mengingat momen-momen Umi menangis. Umi ini rapuh sekali, sosok yang sangat harus dibimbing. Hingga saya sering khawatir, apakah Umi mampu menjalani hidup jika Bapak dipanggil lebih dulu oleh Allah? Sebagai Ibu dan anak, seharusnya hubungan kami sangat dekat. Seharusnya kami memiliki komunikasi dan kedekatan emosi yang sangat baik. Namun yang terjadi, saya tidak bisa terlalu lama mengobrol dengan Umi. Kami terlalu berbeda, sejak dahulu. Lalu kini, perbedaan itu menjadi jurang yang sangat dalam dan lebar di antara kami. Sekian kali terjadi, semakin saya paksakan untuk terus berte...

Speech Delay

Hi :) Saya mau cerita. Sekitar Februari lalu saya dan suami membawa Musa ke Klinik Tumbuh Kembang Anak. Awalnya kami tidak terpikir untuk melakukannya, sebab perkembangan Musa menurut kami sudah sesuai dengan usia. Musa berhasil babbling di usia kurang dari satu tahun, lalu bisa mengucap kata 'Ah' (Ayah) dan 'ee' (pup) di usia kurang dari 18 bulan. Lagipula gangguan tumbuh kembang anak bukan sesuatu yang biasa di keluarga kami, sebab terbukti Tisya dan Hafshah mampu melewati semua fase dengan baik meski mereka juga bayi prematur. Yah, bisa dikatakan kami cukup denial dengan kondisi Musa saat itu. Lalu, beberapa malam sebelumnya, dua kali di malam yang berbeda Musa menangis lama hingga lebih dari 30 menit. Hal ini membuat saya sangat khawatir. Sebab Musa adalah bayi yang cenderung tenang dan mandiri saat membutuhkan sesuatu. Pun saat terbangun malam, Musa sering berinisiatif mengambil minumnya sendiri di dekat kasur lalu setelahnya kembali tertidur. Saya khawatir Musa ...