Ruangan seluas kurang lebih 5x5 meter di lantai 4 gedung Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) itu nampak lengang. Cahaya menerobos dari kaca jendela, memantul di antara erlenmeyer, tabung reaksi, gelas beaker, juga benda-benda lain yang tersimpan rapi di dalam keranjang-keranjang di atas meja. Aroma pekat senyawa kimia bercampur alkohol hilir mudik masuk ke dalam ruangan. Tercium bahkan hingga lorong-lorong koridor yang juga sama lengangnya. Alih-alih mengganggu penciuman, bau itu justru menambah kekhasan ruangan itu sebagai Laboratorium Fermentasi, salah satu laboratorium untuk riset pangan di kampus gajah. “Setiap tahun, kita melakukan standardisasi makanan-makanan fermentasi,” ujar dosen ITB Dr. Pingkan Aditiawati, sambil menunjuk laboratorium. Selain beraktivitas sebagai dosen, Dr. Pingkan juga tengah beraktivitas sebagai peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB serta Center of Advanced Science ...
Merekah di antara karunia, Lillah...