Skip to main content

Gamais 2020

Suatu pagi di koridor timur, terlihat sekelompok orang sedang membuat forum diskusi. Penasaran, kudekatkan duduk, berharap bisa mendengar segelintir percakapan mereka.

"Sudah ada sejumlah 45juta dari hasil penggalangan dana ke setiap kelas, mungkin sisanya bisa kita ambil dari kas Gamais Pusat. Saya mendapat informasi kalo Gamais bisa menyediakan 30juta untuk setiap program kebencanaan" terang seorang ikhwan berjaket kuning.

"Alhamdulillaah...Sebagai tambahan, in syaa Allaah HMF bisa menyediakan 20juta untuk akodomasi dan transportasi" timpal seorang ikwhan berjaket hijau lumut dengan lambang HMF di lengan jaketnya.

Seorang akhwat mengangkat tangan, mengajukan diri berbicara di forum.

"Silakan, Ukh" Tanggap ikwhan berjaket kuning tadi sambil tetap menundukkan pandangannya.

"Annisaa sudah tiga hari menggalang dana. Kami mengajukan proposal pengajuan ke beberapa tokoh akhwat di Bandung, alhamdulillaah sudah ada 130juta di rekening. Apakah jumlah itu cukup? Jika belum, kami siap menggalang dana ke wilayah Jakarta" katanya lugas dan tangkas.

Lalu forum diskusi terus berlanjut hingga beberapa menit kemudian. Forum itu terdiri dari 23 orang ikwhan-akhwat, sebagian besar berasal dari pengurus Gamais Pusat, sisanya adalah pengurus himpunan dan Kabinet. Dalam sekian menit kudengarkan, mereka berhasil mencapai nominal 295juta untuk suatu program kebencanaan. Mungkin dana untuk korban kebakaran salah satu pondok pesantren di Padalarang, kataku dalam hati.

Memang, sudah tiga hari ini berita kebakaran tersebut menyebar luas di kalangan aktivis kampus. berita itu melahirkan simpati yang luar biasa, mengundang banyak orang untuk turut memberikan kontribusinya. Berdasarkan informasi bahkan, besok dan lusa, berturut2 Salam UI dan Alhurriyah IPB akan ikut membantu pengondisian di tempat kebakaran. Mereka membawa 2 bis rombongan, dimana pengurus masing2 LDK sendiri yang akan turun tangan membantu pembangunan ponpes dan membawa perlengkapan shalat serta Al-Qur'an.

Yah, begitulah para aktivis dakwah kampus. Mereka berlomba2 mencari kebaikan, tanpa kenal jarak dan waktu. Ah, lagi2 aku tersenyum.

"Assalamu'alaikum! Bro, kemana aja?" Ikhwan berjaket kuning tadi menyapa seseorang yang melintas di depan koridor. Forum tadi sudah dibubarkan, semua peserta diskusi kembali disibukkan dengan aktivitasnya masing2.

"Wa'alaikumussalam, Akh. Aduh, maafkan tadi saya gak ikut forum, ini baru saja nyampe kampus lagi. Semalaman saya dan teman2 Kampus Peduli membantu mengondisikan posko kebakaran di sana, alhamdulillaah sudah dilaksanakan balai pengobatan dan cek kesehatan." Ikhwan tadi menimpali.

"Besok Gamais dan Salam UI akan bergerak ke sana, in syaa Allaah. Bagaimana kondisi anak2 korban kebakaran saat ini?

"Alhamdulillaah mereka sudah terlihat kondusif. Siang ini akan ada mentoring untuk anak2 dari Mata', saya dengar mereka membawa 140 kader ke sana. SDMnya berlebih!" Ikhwan itu terkekeh.

"Luar biasa kader dakwah kita!"

Ikhwan jaket kuning tersenyum. Begitupun aku.

Comments

Popular posts from this blog

Tahapan Kaderisasi

Kader berasal dari bahasa Yunani cadre yang berarti bingkai. Bila dimaknai secara lebih luas, berarti : Orang yang mampu menjalankan amanat. Orang yang memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian. Pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, teruji dalam pengkaderan informal dan memiliki bekal melalui pengkaderan non formal. Dari mereka bukan saja diharapkan eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna. Pengakaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan diri...

Umi

Hi :) Beberapa hari ini hati terasa sendu. Tak lain karena memikirkan sosok seorang ibu. Umi, wanita terbaik dalam hidup. Saya selalu berpikir, Ah Umi, andaikan kita bisa lebih banyak berbicara mendalam dari hati ke hati... Terkadang saya bertanya kepada Allah, apakah Umi pernah bahagia dalam hidupnya? Tak banyak senyuman indah yang bisa saya ingat dari bibir Umi. Dibanding tawanya yang tulus, saya lebih banyak mengingat momen-momen Umi menangis. Umi ini rapuh sekali, sosok yang sangat harus dibimbing. Hingga saya sering khawatir, apakah Umi mampu menjalani hidup jika Bapak dipanggil lebih dulu oleh Allah? Sebagai Ibu dan anak, seharusnya hubungan kami sangat dekat. Seharusnya kami memiliki komunikasi dan kedekatan emosi yang sangat baik. Namun yang terjadi, saya tidak bisa terlalu lama mengobrol dengan Umi. Kami terlalu berbeda, sejak dahulu. Lalu kini, perbedaan itu menjadi jurang yang sangat dalam dan lebar di antara kami. Sekian kali terjadi, semakin saya paksakan untuk terus berte...

Speech Delay

Hi :) Saya mau cerita. Sekitar Februari lalu saya dan suami membawa Musa ke Klinik Tumbuh Kembang Anak. Awalnya kami tidak terpikir untuk melakukannya, sebab perkembangan Musa menurut kami sudah sesuai dengan usia. Musa berhasil babbling di usia kurang dari satu tahun, lalu bisa mengucap kata 'Ah' (Ayah) dan 'ee' (pup) di usia kurang dari 18 bulan. Lagipula gangguan tumbuh kembang anak bukan sesuatu yang biasa di keluarga kami, sebab terbukti Tisya dan Hafshah mampu melewati semua fase dengan baik meski mereka juga bayi prematur. Yah, bisa dikatakan kami cukup denial dengan kondisi Musa saat itu. Lalu, beberapa malam sebelumnya, dua kali di malam yang berbeda Musa menangis lama hingga lebih dari 30 menit. Hal ini membuat saya sangat khawatir. Sebab Musa adalah bayi yang cenderung tenang dan mandiri saat membutuhkan sesuatu. Pun saat terbangun malam, Musa sering berinisiatif mengambil minumnya sendiri di dekat kasur lalu setelahnya kembali tertidur. Saya khawatir Musa ...