Skip to main content

Gosip

"Sih, kamu lagi mempertimbangkan sesuatu ya?" tanya seseorang, tetiba saja ketika menjelang masuk kuliah jam 9 pagi kemarin. aku balas dengan tersenyum simpul. well, setiap orang pasti punya banyak hal yang harus dipertimbangkan...pikirku

"Maksudku, mmm...kamu sedang mempertimbangkan untuk memberikan jawaban kepada seseorang?" tanyanya lagi. kini gantian ia yang tersenyum menyeringai. Ah, mencurigakan!
"Jawaban apa nih maksudnya?" aku mulai penasaran.
"Jujur aja!" ia setengah berteriak.
aduh, malas meladeni obrolan yang tak ada arahnya. bergegas aku ngeluyur menjauh.
"Sih, seriusan nih!" ia tak mau menyerah.
"Baiklah, ada apaan sih?" tanyaku mulai kesal.
"Kamu dikhitbah? jujur deh. kasih tau lah, biar suudzonnya gak semakin nyebar ke temen2!"
aku terkesiap. diam. mematung. Ttssiiiiing...... *speechless*

Ah, aku kesal dan tak tahu harus berbuat apa. gosip oh gosip, kenapa lagi2 harus aku yang kena?
Is there something wrong with me? Helloo...

Seringnya hatiku bertanya2, dari manakah munculnya gosip2 itu?
ingin sekali aku mencari tahu, tapi...tapi...
ya sudahlah, aminkan saja. semoga gosip2 itu berbuah manis :)



Wahai jiwa yang damai lagi mendamaikan,
ingatlah Dia yang kian bersemayam di kedalaman hatimu.
akan dihadirkan-Nya tempat persinggahan yang begitu sempurna
bukan hanya untukmu, tapi juga untuk mereka pada masa sebelum dan sesudah kamu
sehingga akan selalu kau yakini, bahwa kau tak pernah sendiri

Comments

Popular posts from this blog

Tahapan Kaderisasi

Kader berasal dari bahasa Yunani cadre yang berarti bingkai. Bila dimaknai secara lebih luas, berarti : Orang yang mampu menjalankan amanat. Orang yang memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian. Pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, teruji dalam pengkaderan informal dan memiliki bekal melalui pengkaderan non formal. Dari mereka bukan saja diharapkan eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna. Pengakaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan diri...

Umi

Hi :) Beberapa hari ini hati terasa sendu. Tak lain karena memikirkan sosok seorang ibu. Umi, wanita terbaik dalam hidup. Saya selalu berpikir, Ah Umi, andaikan kita bisa lebih banyak berbicara mendalam dari hati ke hati... Terkadang saya bertanya kepada Allah, apakah Umi pernah bahagia dalam hidupnya? Tak banyak senyuman indah yang bisa saya ingat dari bibir Umi. Dibanding tawanya yang tulus, saya lebih banyak mengingat momen-momen Umi menangis. Umi ini rapuh sekali, sosok yang sangat harus dibimbing. Hingga saya sering khawatir, apakah Umi mampu menjalani hidup jika Bapak dipanggil lebih dulu oleh Allah? Sebagai Ibu dan anak, seharusnya hubungan kami sangat dekat. Seharusnya kami memiliki komunikasi dan kedekatan emosi yang sangat baik. Namun yang terjadi, saya tidak bisa terlalu lama mengobrol dengan Umi. Kami terlalu berbeda, sejak dahulu. Lalu kini, perbedaan itu menjadi jurang yang sangat dalam dan lebar di antara kami. Sekian kali terjadi, semakin saya paksakan untuk terus berte...

Allahu Ahad

Ilustrasi Allahu ahad . Ayat pertama dalam Al Qur’an surat Al Ikhlash. Ahad yang artinya satu. Sebuah pernyataan bahwa ketunggalan Allah bersifat absolut. Ketunggalan yang bukan hasil dari penjumlahan apalagi peleburan. Allah adalah satu. Maka tak ada yang pantas ditawar untuk menyerupai, apalagi melebihi ketunggalan-Nya sebagai Yang Maha. Allah adalah pencipta dan pemilik peradaban. Allah menguasai yang nampak maupun yang tidak, yang hakiki maupun majazi, yang terarah maupun transisional, yang dekriptif maupun tak definitif. Alhasil, jika kemudian Allah disandingkan apalagi dikesampingkan oleh yang lain, pantaslah kemudian kita menjadi manusia-manusia yang merugi. Jika kita refleksikan nilai-nilai tauhid terhadap diri sendiri, seyogyanya kita lebih sering lagi dalam berbenah. Sebab terkadang di antara simpul-simpul kehidupan, kita mengesampingkan nilai-nilai tauhid tersebut yang justru seringnya membuat kita gamang dalam berdakwah. Maka tak heran jika sebagian dari kita ...