Skip to main content

Posts

Move On dengan 1% Inspirasi

Halo, Moonaaaa~~~ (Gak tau manggil siapa :p) Baru saja saya beli rujak, seperti biasa isinya cuma nangka dan nanas, seperti biasa rujaknya ditaburi bumbu kacang tanpa bumbu pedas. Huuuh, mantap! Alhamdulillaah... Siang ini saya ingin ngeluh, kepada siapa entah. Ingin ngeluh tentang diri sendiri; tentang begitu malasnya saya, kurang terkoordinir dan lamban dalam menjemput inspirasi. Aaaaa bener deh kata Einstein, sukses itu berasal dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras. Hei dude! Kerja keras saya saja masih kurang, inspirasi juga lamban terus dijemput. Oke. Cukup ngeluhnya. Sekian ratus detik lalu, bersebab seseorang menggunakan komputer saya di kantor, membuat saya nganggur dan saya enggak betah dengan ke-nganggur-an itu, saya memutuskan datang berkunjung kembali (setelah sekian abad lamanya) ke Salman Reading Corner. Asal saja saya ambil satu buku dari rak. Tada! Buku yang saya ambil ternyata karya Om Jamil Azzaini yang judulnya 'Move On'. Duh pas banget. Pas...

Monday Without You

Hai, apa kabar? Sesiang ini, bagaimana entah perut saya terasa lapar. Akhir-akhir ini pola makan saya alhamdulillaah membaik, hampir setiap hari dari pagi hingga malam saya jarang merasa kenyang (T.T) Beringsut dari kasur yang nyaman, saya buka aplikasi GO-Food dan mulai mencari kira-kira makanan apa yang bisa saya makan. Ahaha, asli bukan karena saya merasa begitu bersemangat menggunakan produk teknologi, melainkan karena begitu malasnya saya di hari Senin (yang terasa seperti masih weekend ini) untuk keluar kost. Alhasil, delivery makanan selalu menjadi pilihan terbaik. Tidak sampai setengah jam menunggu. Voila! Pesanan saya datang. Salad sayur dengan tambahan daging dan telur rebus. Jika suami saya di sini, saya yakin dia akan berdecak heran (lagi). "Makan sesuatu yang mengenyangkan dong!" katanya, kemarin lusa ketika kami berdiskusi (yang lebih mirip dua anak kecil bertengkar) akan pesan apa lewat GO-Food dan saya bersikukuh ingin memesan salad. Koleksi P...
Hubby, setiap kali aku merindukanmu. Rasanya ada yang mengganjal di kerongkongan. Ada sesuatu yang keras, yang bagaimana entah menghentak-hentak di dada dan membuat air mataku mengalir deras. Keinginan untuk menuangkan rindu begitu kuat, kedua pundakku terlalu rapuh untuk menahannya. Aku mulai menerka, mungkin inilah konsekuensi dari hubungan pernikahan yang terpisah oleh jarak. Ada batas yang begitu jelas dalam menuangkan rasa dan gelisah. Ada batas-batas untuk bertukar cerita. Ada tanggung jawab untuk saling menjaga, bahkan dari rasa sepi yang menyelesap di hati. Hubby, aku merindukanmu...

Bolehkah Aku Menunggu?

Doc Pribadi Apa yang harus kutuliskan tentangmu? Semua mengalir di dalam kepalaku, tetapi tak bisa kutuangkan satu demi satu. Dalam renungan panjang, gema suara hatiku berkata, mungkin ada baiknya tetap seperti ini. Terkadang sesuatu yang tak tertulis menjadikannya lebih memikat di dalam benak. Ya, lekat bayangmu saja sudah mampu membuatku merasa puas. Dan itu lebih dari cukup untuk membuatku jatuh terpikat. Terkadang aku tersenyum sendiri. Aku senang mengingat waktu di mana pertengkaran menjadi satu-satunya jalan bagiku menuangkan rasa terhadapmu. Bukan karena aku tega, tetapi aku takut perbincangan yang akrab akan membuatku semakin jatuh. Sedang ketakutanku mengharapkanmu lebih besar dari kapasitasku menerima sebuah kegagalan. Aku manusia, dan aku tak mau merasakan sakitnya gagal dalam cinta. Maafkan aku. Aku ingin berbagi banyak cerita denganmu, sejak detik ini, bahkan sejak ribuan detik yang telah lalu. Tetapi aku sadar di mana aku berdiri. Dan rasa ini, belum saatn...

Tentang Pola Hidup

Hai, bagaimana kabarmu? Omong-omong, sepagian ini, saya sedang menikmati potongan buah melon. Perut saya cukup lapar setelah melewati 3 putaran lapangan Saraga ITB (padahal hampir 3/4 putarannya saya jalan pelan wkwkwk). Saya sengaja menyiapkan bekal buah. Hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Untuk apa? Tentu saja, untuk memperbaiki pola hidup saya yang belakangan mulai sulit terkontrol (katanya). Sumber Apakah terasa ada perubahan? Haha tentu saja belum nampak signifikan. Malah selepas lari tadi, saya mengalami mual hebat. Begitu kaki menginjak gedung kayu lantai 2, sekonyong-konyong saya berlari menuju westafel. Ya, perut saya nampaknya ingin mengeluarkan seluruh isinya. Lalu perbekalan buah itu, cukup menetralisir lidah saya yang rasanya bagaimana entah. Benar ya informasi yang saya baca dari berbagai sumber? Seringnya ketika saraf mengalami tegangan, di dalam kepala mulai terasa gejolak hebat, bisa jadi itulah kondisi di mana di dalam tubuhmu sedang di...

Untitled

Sumber   Bismillah... Lillah...

Monolog Haidir (2)

Ilustrasi  Hai, bagaimana kabar angin pagi ini? Kau tahu, ketika menulis bait demi bait puisi tadi pagi, aku teringat kembali. Rasanya sudah lama ketika rasa percaya diriku hilang, berganti dengan ragu dan kecamuk yang mengkerat di dalam kepala. Aku mulai lupa bagaimana indahnya menikmati cahaya mentari pagi, apalagi suara angin yang mengendus dedaunan balkon asrama lantai 2 itu. Oh, ada apakah gerangan sebenarnya? Aku mencari setitik inspirasi di dalam tulisan. Tapi kemudian tiba-tiba kantung mataku terasa penuh. Sembari menelusuri ukiran pensil dan kertas yang kupegang, tidak terasa air mataku mengalir dan aku mulai kehilangan gairah untuk kembali menghadapkan perhatian pada puisi-puisi itu. Kesal dengan apa entah, aku merobek kertas lalu melempar pensil ke seberang jendela. Katakan padaku, bagian mana dari seluruh perjalanan yang kutempuh selama ini, yang telah membuatku linglung dengan tujuan hidupku sendiri? Benarkah perjalanannya, ataukah hatiku yang k...