Skip to main content

Posts

Apa yang Benar-Benar Saya Inginkan?

Apa yang benar-benar saya inginkan? Pertanyaan itu terlontar begitu saja melalui sebuah pesan singkat, yang kemudian membuat saya merenung dalam sekedar untuk mengidentifikasi dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Asih, apa sebenarnya yang kamu inginkan? Maka sungguh, saya pun tidak menemukan jawaban. Satu pekan menjalankan peran baru sebagai fasilitator Asrama Pelopor telah mengubah jalan pikiran saya cukup banyak. Saya bersyukur bahwa dalam rangka menunjang pembinaan karakter dan menambah khazanah pengetahuan adik-adik khususnya untuk putri, di asrama ini diselenggarakan kajian rutin selepas shalat shubuh berjamaah. Terkadang kami membahas fiqih, beralih kepada isu yang tengah terjadi di masyarakat sekitar, sejarah Indonesia, terakhir kami membahas sirah Nabi dan Rasul serta para shahabat maupun shahabiyyah. Saya tak banyak memberikan opini maupun referensi, melainkan mencukupkan diri dengan duduk tawadhu’ mendengarkan dan meresapi setiap bahasan yang diberikan. S...

Masih Sama

Assalamu’alaikum Agustus :) Setelah sekian lama kita tidak bertemu, apa kabarmu? Kau masih sama cantik seperti tiga tahun lalu, ketika pertama kali rasa itu tumbuh dan kuikat kuat hingga kini. Ya, memang benar, terkadang istimewa itu memang hanya satu. Maka telah kutetapkan, dan sungguh aku tidak ingin berpaling.

:)

Tetiba dikasih video ini. Mau marah yo ndak aneh2, mau ketawa yo ndak lucu juga. Aku kudu piye toh? Yo wis, yo wis, senyum aja :)

Lagi-Lagi Cinta

Rasanya tak pernah habis waktu dan tenaga ketika berbicara tentang cinta. Ada saja yang dipikirkan. Ada saja yang diharapkan. Kadang membuat senyum-senyum sendiri, meski lebih sering membuat pedih hati. Beberapa waktu lalu, seorang adik mengetuk pintu kamarku untuk mengajak berdiskusi. Sebenarnya sudah cukup lama ia menghubungi. Hanya saja baru ketika itu kami benar-benar berkesempatan untuk bertemu. Hari itu, untuk pertama kalinya ia nampak berbeda. Wajah cerah yang biasa ia tampakkan di hadapanku kini berganti dengan wajah lusuh kelelahan. Aku tahu, ada terlalu banyak hal yang dipikirkannya. Maka tanpa pikir panjang aku langsung menyuruhnya masuk dan mendekapnya erat. Ia menangis. Aku hanya diam. Ah, lagi-lagi tentang cinta, suatu perkara rasa yang tidak mampu dijabarkan secara absolut. Cinta, buah sifat manusiawi yang tentu akan menyejukkan ketika tercurahkan pada manusia dan waktu yang tepat. Cinta, yang seringnya lebih mulia dibanding manusia itu sendiri. Cinta, sungguh,...

2 Hari untuk Syukur dan Sabar

Kau tahu kapan seorang perempuan maupun lelaki terlihat lebih gagah dan berwibawa? Menurutku itu ketika mereka mulai melakukan kegiatan lapangan, tentu saja. Ketika mereka wara wiri melakukan tugasnya, menatap objek dengan tajam, sedikit berbicara namun masih mememiliki rasa humor sesekali, betapa hal tersebut membuatku terkagum-kagum tak terkendali. Ah, beruntunglah aku masih mampu mengendalikan perasaanku #naon Selama dua hari lalu, tepatnya tanggal 19 dan 20 Agustus 2015, untuk pertama kalinya aku menjadi seorang penanggung jawab suatu acara camp . Aku tak pernah bersedia menjadi panitia lapangan sebelumnya, sebab aku cukup tahu diri dengan keterbatasanku saat melakukan kerja di lapangan, literally L-A-P-A-N-G-A-N. Kesehatanku yang mudah drop , aku yang tak pernah mampu berjalan pada jarak jauh serta menanjak, apalagi dengan diriku yang selalu kikuk ketika dihadapkan pada situasi forum yang acapkali membuatku buntu mencari topik bahasan, cukup menyadari bahwa eksistensiku mun...

Jejaring Sosial

Jejaring sosial   adalah suatu   struktur sosial   yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti   nilai ,   visi ,   ide , teman ,   keturunan , dll (Wikipedia). Munculnya jejaring sosial di dunia maya memang sangat mencengangkan bagi saya. Dahulu ketika pertama kali saya mengenal internet, lengkap dengan kemunculan warung internet atau yang biasa kita sebut ‘warnet’ tentunya, saya terkagum-kagum pada jejaring sosial berupa Email. Saya tidak pernah membayangkan bahwa akan ada jasa penghantaran surat maupun berkas2 berbentuk elektronik, yang tentu saja akan lebih memudahkan para penggunanya dalam menjalin komunikasi. Sebab meskipun jasa pengiriman surat melalui pos ketika itu sudah ada, tetap saja jasa ini tidak mampu menjangkau desa saya yang terpencil. Jangankan jasa pos, jasa warung telepon saja bagi kami ketika itu masih terhitung langka. Sehin...

Tak Pernah Mudah

Akhir-akhir ini semakin sering pertanyaan tentangnya datang, kadang dari sahabat, adik tingkat, kakak tingkat, saudara, orang tua, bahkan adik-adik saya yang semula saya kira akan diam-diam saja. Kapan menikah? Ah, seolah itu pertanyaan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, ringan dan tak memiliki arti. Pernikahan adalah sebuah bahasan sakral, tak pantas dipertanyakan jika memang tak ada niat untuk serius berteguh melaksanakannya. Jangankan memantapkan hati, membayangkannya saja membuat saya menangis menjadi. Kadang memang begitu iri rasanya melihat mereka yang baru saja mengikrarkan janji suci itu. Betapa romantisnya ketika keindahan hidup ini tidak perlu dinikmati sendiri, bahkan semakin indah ketika kita bersamanya. Ada keceriaan ketika di kejauhan seorang anak berlari menghampiri sambil berteriak ‘Ibu! Ibu!’ lalu ia tiba-tiba tertawa ketika berhasil meraih pelukan ibunda dan sedetik kemudian tawanya semakin kencang karena ibunda mengangkat dan mengguncang tubuhnya lembut. B...